"Sahabat Maafkan Aku"
Sekolah itu memang nampak kecil namun,tahukah kamu
kalau ternyata bangunan itu sebenarnya menyimpan beragam kisah yang tersembunyi
di dalam nya?Seperti kisah kedua sahabat itu,yang sejak tadi terus asyik
mengoborol, Saat itu masih sangat pagi. pelajaran belum dimulai,para siswa pun
masih bebas berkelliaran.
Nina:(Membaca
sebuah brosur yang terpajang di mading)”Akan diadakan Seleksi untuk lomba
menyanyi antar sekolah,Juara 1 dana sekolah 5 juta,Juara 2 dana sekolah 3
juta,juara 3 dana sekolah 1 juta”
Ayu:"Aku
ingin ikut ah, lagi pula aku kan suka menyanyi!”
Nina:”Aku juga
ingin ikut sih, tapi aku bisa tidak ya?”
Ayu:”Ikut saja,
biar aku ada temannya! Lagi pula suara mu juga lumayan kok!”
Nina:”yasudah ku
putuskan untuk ikut! Hmm, Yu aku ke toilet dulu ya sebentar saja kok!”
Ayu:”Ok,nanti
kita bicarakan lagi ya!”
Stevani:(langsung
duduk di sebelah Ayu) “Ayu, kenapa kamu suruh dia ikut!”
Ayu:”loh kenapa?
Semuanya boleh ikut kan? Apa lagi dia! Dia itu punya suara yang bagus!”
Stevani:”Justru
itu masalah nya! Kmu mau di jadi saingan mu? Pikirkan itu baik-baik!”
Ayu pun hanya diam mencoba memikirkan apa yang
Stevani katakan seolah-olah dia menyesal telah menyuruh Nina untuk mengikuti
Seleksi tersebut,Keesoka harinya pu Ayu masih memikirkanya hingga..
Ayu:(Melihat
sebuah brosur )”Wah seleksinya miggu depan!”
Nina:”Benarkah?,
tapi aku belum siap!”
Ayu” :”Kalau
begitu kenapa tidak menyerah saja?”
Nina:”Ma,maksud
mu apa? Tapi kamu yang nyuruh ikutan”
Ayu:(melirik
sinis) “Tapi kamu belum siap kan? Kamu tuh cuman bikin repot saja!”
Nina:(kecewa)”Ahh
begitu?,ka,kalau begitu aku coba pikirkan lagi deh”
Waktu berjalan dengan cepat,pelajaran hari ini pun
berakhir anak anak bersorak gembira sambil membereskan peralatan mereka.
Ayu:(berbicara
dalam hati)”Apa aku berlebihan ya sama Nina?, aku akan minta maaf nanti deh!”
Ayu:(menarik baju
Nina)”Nina! Hari ini kerumah ku yuk! Kali ini akan kubelikan Mie ayam di dekat
rumah ku itu deh!”
Nina:(Melepaskan
tarikan Ayu dan lari)”Ah maaf Yu, hari ini aku banyak urusan”
Ayu:(berlari kecil
mengejar Nina)”Ta,tapi Na? Tungu dulu!”
Nina terus
berlari tanpa menghiraukan Ayu, higga saat di depan gerbang ia bru menengok
kebelakang tapi Ayu sudah
menghilang,Nina pun tak peduli dan meneruskan perlalanan nya.
Di Rumah Nina:
Nina:” kenapa Ayu
begini? Dia takut aku menang ya?”(berbicara dalam hati)
Nina:”Dia begini
dengan sahabatnya? Dia itu egois sekali aku juga gak suka kok kalo dia menang!”
Nina:”Huh Tidak
tau!, lebih baik aku tidur”
Keesokan harinya di kelas 8A saat jam istirahat
Nina:( duduk di
bangku sambil mengisi buku diary nya )
Ayu: (berteriak
lalu berlari ke arah Nina)”Ninaa! Kamu kemarin kenapa sih? Aku telfon juga gak
diangkat! Huh sebel!”
Nina:(Dengan nada
yang ketus lalu pergi) “Gak kenapa napa kok,udah ya aku mau ke kantin beli pulpen”
Ayu:(Tebengong-bengong)”Nina
kenapa sih?”Sambil duduk menunggu Nina datang kembali.
Ayu:(mengambil
buku)”inikan diary nya Nina, halamanya
terbuka ...”
Ayu:(Membaca diary tersebut)
Sementara itu Nina menyadari
dompet nya tertingal di tas,sadar begitu ia langsung lari dan kembali ke kelas.
Nina:(kaget)”A,ayu!
Ngapain kamu baca-baca buku ku!”
Ayu:(Berdiri
)”Apa-apaan nih! “ Ayu membanting buku tersebut.
Kelas pun yang tadi nya ramai seperti pasar pun
seketika diam.Menatap ke arah kedua sahabat itu dengan penuh heran.
Ayu:(Lantang)”Bagus
ya! Sahabat tapi nusuk dari belakang!”
Rosa:(berusaha
melerai Ayu)”Ada apa ini? Kenapa kalian bertengkar?
Ayu:”Diam kamu!
Gak usah ikut campur!dan Nina Maksudmu apa?
Nina:”Kenapa?kamu
gak sadar kamu juga begitu sama aku! Apa salah aku balikin ke kamu?”
Ayu:”Oh,jadi ini
alasan kamu jauhin aku ya? Ok kalo ini mau kamu!”
Kevin:”Bagus-bagus,
Ayo terusin!”
Ayu:(Melotot ke
arah Kevin)
Kevin:”Be,bercanda
kok”
Ayu:(pindah
tempat duduk)”Stevanie! Aku duduk sama kamu aja!”
Stevani:(Melihat
sinis ke arah Nina)”Yaudah duduk sini aja”
Rosa:(Berjalan ke
arah Nina sambil berusaha menenang kannya)”Ada apa sih Na,kok bisa jadi gini?”
Nina”Ah gakpapa
kok, dia cuman salah paham aja, Nanti kita juga baikan lagi. gak usah kahwatir”
Setelah kejadian itu sikap Ayu menjadi dingin,ia
selalu mengbaikan Nina dan mereka seringkali berdebat. Hubungan mereka menjadi
renggang ditambah lagi Stevani yang berusaha menjadi propokator bagi Ayu
terhadap Nina.
Nina:”A,ayu aku
minta maaf soal kejadian waktu itu, kumohon aku sangat menyesal”
Ayu:(terus
mengobrol dengan temanya)
Nina:Ayu! Mau
terus kapan begini? Harus berapa kali lagi aku minta maaf!” (Marah dan
menarik rambut Ayu)”
Ayu:(Agak kesal)”Kenapa sih? Ribut aja dari
tadi!”
Stevani:”Nina
sudah jangan di paksa! Sudah jelas ayu tidak mau!”
Nina:” Stevani,
gak usah ikut campur deh,aku tau pasti Ayu jadi begini gara-gara kamu kan?”
Ayu:”Hei!
Setidaknya dia masih mendukung ku ya! Dia teman yang baik! Memang nya kamu?”
Nina:”Oh begitu?
Yasudah kalo itu mau mu aku gak bakal ganggu kamu lagi!”(Segera pergi
meninggalkan Ayu)
Nina dengan murung kembali ke kelas dan bertemu
Rosa
Rosa:”Nina, kenapa
kamu terlihat murung?”
Nina:”Ini soal
ayu,seleksi sebentar lagi tapi dia belum mau berbaikan juga. Aku tidak mau
begini terus! Dia dan Stevani juga selau membully ku!”
Rosa:”kalau soal
itu aku tidah bisa apa-apa lagi.hmm, gimana kalo kamu bilang Guru saja? Mungkin
beliau bisa membantu mu”
Nina:”Menurut mu
begitu? Baiklah besok aku akan meminta bantuannya agar aku bisa tenang dan
mungkin bisa memprbaiki hubungan ku! “
Keesokan harinya:
Nina:(Berjalan
menuju ruang guru)
Ayu:(Menarik
Tangan Nina)”Nina! Tunggu!”
Ayu:”Kamu mau
ngapain ke ruang Guru? Kamu mau laporin
aku ya?”
Nina:”Memang
kenapa kalo iya? Kamu mau pukul aku?”
Stevani:”Mungkin
Ayu tidak akan memukul mu! Tapi ku bisa!”
Ayu:”Sudahlah
Stevani kamu kelewatan,Nina kita bisa bicarakan ini baik-baik ya?”
Nina:”Tidak!
Sebelumnya juga aku sudah bicarakan baik-baik kok! Tapi kalian mengabai kan ku!
Sekarang aku akan laporkan ini ke Guru! Kalau kalian itu sering membully ku! “
Stevani:”Huh
dasar kau ini! (Bermaksud memukul Nina)
Tiba-tiba muncul seorang anak laki-laki langsung
menagkis tangan Stevani yang hampir saja mengenai Nina.
Rifai:”Hei! Apa
yang kalian lakukan!
Stevani:”Siapa
kamu? Dan kenapa kau ikut campur!”
Rifai:”Justru
kalian! Kenapa kalian ingin memukul teman kalian sendiri?cepat minta maaf! Atau aku laporkan ini ke Guru
kalian!”
Ayu:”Nyuruh-nyuruh!
Memang kamu siapa? Ayo Stevani kita pergi! Dan Nina! Awas saja nanti!”(Segera
pergi ke arah kantin)
Sebentar saja
mereka sudah menghilang dari pandangan Rifai dan Nina,Rifai yang heran dengan
mereka itu pun mulai bertanya soal apa yang terjadi.
Rifai:”Hei,Apa
yang terjadi? Kenapa bisa sampai seperti ini?Coba ceritakan semuanya
padaku!(menepuk pundak Nina)
Nina:”Kau yakin?
Nanti kau bisa terlibat masalah ini!”
Rifai:”Tidak
papa, mereka juga tidak akan bisa menggangu ku dengan cara seperti itu!”(sambil
agak meldek Nina)
Nina:”Huh, kau
ini sombong sekali! Baiklah akan ku ceritakan!singkat saja ya, Ayu itu sahabat
ku,semula kita baik-baik saja lalu aku dan dia mengikuti seleksi untuk Lomba
Menyai antar sekolah nanti, aku ngerasa kalau dia itu gak suka kalau aku ikut
seleksi itu dan menjadi saingan nya,tau begitu aku juga jadi sebal dengannya.
awalnya si dia gak tau tapi gara-gara buku diary ini semunya ketauan !”
Rifai:(sambil
menyodorkan buku tersebut ke muka Nina )”Hah?
memangnya apa yang kamu tulis”
Nina:(Gugup)”Si,singkatnya
sih aku nulis kalo aku juga gak suka kalo dia jadi perwakilan buat lomba
menyanyi antar sekolah nanti... da,dan sedikit menjelek-jelekannya ”
Rifai:Ohh,pantas saja dia marah padamu! Apa
kau sudah minta maaf?”
Nina : Iya aku
tau itu dan aku sudah minta maaf berkali kali tapi dia malah mengabaikan ku dan
semakin menjadi jadi,seperti tadi itu,Padahal aku tulus kok minta maaf ke
dia...”
Rifai:”Jadi
begitu? Sekarang aku mengerti semuanya,Mungkin aku bisa membantu mu?”
Nina:(Segera berlari
menuju kelas)”Sebaik nya tidak usah nanti kau malah terlibat dengan masalah
ini!,sudah ya aku mau kembali ke kelas dulu,kau juga sebaiknya cepat! Makasih
udah mau dengerin cerita ku,aku duluan!”
Keesokan harinya di kelas 8C
Rifai:(melamun
memandangi Jendela)
Kevin:(Menepuk
pundak Rifai)”Hei, ngelamun saja keluar
yuk gak bosen apa?”
Rifai :“Kevin,aku mau tanya
deh”
Kevin:”Tanya apaa?
Rifai:”Itu, kalau
misalnya ada seorang teman mu yang sedang bertengkar dengan sahabat nya,
kira-kira apa yang kamu lakukan?
Kevin:”Yah pasti
langsung aku tolongin dong! kamu itu gimana sih? Udah tau aku ini orang nya
baik hati dan tidak sombong! (Menyengir melirik ke arah Rifai)
Rifai:(Berdiri
dari kursinya)”Idih, PD banget, terserah kamu deh! Kamu tau Ayu 8A kan?
Sekarang cepat antar aku ke dia!’
Kevin:”Hah?
Tumben banget! Mau ngapain nihh?
Rifai:(Lansung
cemberut)”Ih apaan sih! Anterin dulu nanti aku jelasin !”
Setelah sampai ke tempat Ayu
Kevin:Nih
orangnya, pagi atau pun siang selalu ngerumpi aja! dasar ratu rumpi (sambil
melihat kearah stevani dan ayu )
Stevani:”seterah
kita berdua lah kita juga enggak ngomongin kamu kok, protes aja!”
Kevin:”Yaudah gak
usah judes gitu bisa gak sih?”
Stevani:”Bukannya
kamu duluan yang cari masalah?”
Rifai:”Huh,mereka
sih emang gak ada abisnya.Ayu,pokoknya istirahat kedua tunggu aku di kantin, aku
mau ngomong tentang Nina,sendiri aja ya”
Ayu:”Gak ada yang
harus aku jelasin tentang aku dan Nina! Dia udah ngerusak segalanya !Aku udah
gak peduli! Kamu juga ngapain iku cam!” (Rifai langsung menyangkal Ayu)
Rifai:’Yaudah gak
usah dateng, Ribet amet” (langsung pergi meninggalkan Ayu)
Ayu:(Terbengong-bengong)Be,bener
juga sih tapi kok aku ngerasa Bego gimana gitu ya?”
Pelajaran di
mulai watu terus berlalu sehingga tidak terasa bel istirahat kedua telah
berbunyi dan ayu segera pergi ke arah
kantin dengantujuan ingin menemui rifai
Ayu:(Tolak pinggang)”Cepat
ceritakan tentang Nina! Sekarang aku ingat kamu! Kamu yang waktu itu kan?Kamu
pasti mau membelanya!”
Rifai:(Sambil mengunyah bakso)”Gak jadi,”
Ayu;(Kesal) Kamu kan tadi nyruh aku kesini!
Jangan main-main ya!”
Rifai:”Penasaran ya? Katanya gak peduli”
Ayu:”ka,kamu
ngeselin banget sih ! Ok, aku peduli sekarang, puas? Cepat ceritakan!”
Rifai:”Aku cuma
pingin kamu minta maaf sama Nina dia itu udah putus asa ngadepin kamu”
Ayu;Maksud kamu
ini slah aku?(sambil menggambarkan wajah marah)
Rifai:emang aku
bilang gitu?
Ayu: “tapi seolah olah kamu ngomong begitu! Tau
gak,Nina itu benci kalo aku jadi perwakilan buat lomba menyanyi minggu depan!
Dan kamu malah ngebela dia?”
Rifai: “sekarang
aku tanya emang ada manusia yang gak punya salah?kau pikir nina bukan manusia?
Terus apa dong? Dan pasti juga kamu tidak mau kalah dari Nina kan?Denger ya
,bersaing itu wajar cuman kalian yang salah melampiaskannya”
Ayu:”Ta,tapi kan
bagaimana pun juga yang salah itu kan Nina!”
Rifai:”Aku tau!
Tapi bukannya dia udah minta maaf? Kalau kamu emng bener sahabat nya harus nya
kamu maafin dia! Tapi apa? Kamu malah cuman bikin dia makin sengsara aja! Tau
gak kalo Nina jadi gitu karena siapa?bukannya karena kmu?
Ayu:”Ma,maksud
kamu apa!”
Rifai:”Dia pernah
cerita! Kalau dia ngerasa kamu tuh juga benci sama dia kalo dia ikut seleksi
lomba itu!Sekarang kamu pikir baik-baik! Aku udah gak mau ikut campur
lagi,Minta maaf atau persahabtan kalian bakalan ancur cuman gara-gara Seleksi
yang belum jelas ini aja!(Langsung pergi meninggalkan Ayu sendiri di kantin)
Tak lama kemudian bel berbunyi Ayu masuk ke kelas dengan wajah yang
Muram.
Kevin:”abis
kemana aja kamu? Rifai udah ke kelas?”
Stevani:”dari
mana aja kamu ayu “
Ayu lansung duduk di bangku nya tanpa menjawab
satu patah appun untu menjawab pertanyaan kevin dan stevani .Nina yang
melihatnya menjadi bingung dan menanyakan kepada rosaa
Nina:ada apa ya
sepertiny ayu sangat sedih apa yang
terjadi ya ros?
Rossa:”Entah,
kenapa kau masih mencemaskannya?
Nina: “Gak juga sih cuman penasaran saja, gak biasanya dia begini”
Waktu terus berlanjut sehingga tidak terasa bel
pulang sekolah teral erbunyi anak-anak membereskan buu masing-masing dan
bergegs utuk pulang
Ayu:”nina tunggu
aku,aku ingin berbicara sesuatu kepada mu”
Nina:”memang ada
apa kamu ingin berbicara apa,belum puas mengerjaiku? “
Ayu:”Bukan
begitu, aku mau minta maaf sama kamu atas semuanya dan aku juaga mau minta maaf
atas sikap ku kepada mu
Nina:(Melihat
sinis)”Aku msih gak percaya!”
Ayu :”Aku serius,aku ini memang egois Rifai
yang menyadarkanku”
Nina:(Kaget)”Sungguh?
Rifai bilang begitu?”
Ayu:”Iya,ayo kita
pulang bersama seperti dulu!
Nina:”Kamu janji
gak bakal gitu lagi kan?”
Ayu:”Iya aku
janji deh, makasih udah maafin aku ya!”
Nina:”Aku juga
minta maaf Yu,kamu mau balik lagi kayak dulu kan?”
Ayu:(tersenyum)”Tentu
saja, pokok nya ini kita jadiin pelajaran untuk kita kedepannya!”
Mereka pun pulang bersama-sama dan semua kembali
seperti semula. Tak lupa mereka berterimakasih dengan Rifai yang telah menolong
mereka dari masalah ini.
Nina:”Rifai
makasih ya udah bantuin kita baikan lagi!”
Ayu:”Iya berkat
kamu aku juga bisa koreksi diri!”
Rifai:”Makanya
jangan asal marah-marah aja liat-liat dulu dong! Kalian itu terlau lebay tau
gak?”
Nina:”Ih iya!
Mulai deh bawel nya keluar lagi!”
Kevin:”Baru tau kalo mulut si Rifai itu comel kayak bencong?
Rifai:”Apa sih
kalian ini jangan ngomong sembarangan ya!
Ayu:”Udah Tau
dari awal kali keliatan dari mukanya dia kan yang pertama kali ikut campur
masalah kita walau pertamanya ngeselin sih!”
Kevin:”Walaupun
begitu dia itu PAHLAWAN kalian juga tau! Iya kan? Rifai?”(Mengusap-usap kepala
Rifai)
Rifai:(Cemberut)
Terserah! Aku kesal dengan kalian!” (pergi meninggaalkan mereka)
Kevin,Nina
dan,Ayu:”Hei tunggu!” (Berlari mengejaar Rifai)
Sekilas terbesit senyum di bibir mereka
Ayu dan Nina pun dapat bersahabat kembali seperti
semula bahkan lebih erat lagi dan soal Lomba menyanyi itu yang terpilih adalah
Ayu, walaupun ia tidak menjadi juara.Kini pun sejarah cerita perjalanan
persahabatan mereka tidak hanya Ayu dan Nina saja, ya Kevin dan Rifai pun juga
hadir mewarnai hari-hari yang penuh tantangan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar